Candi Tertua Ini Dibangun Dengan Teknologi Canggih dan Modern

Candi Tertua Ini Dibangun Dengan Teknologi Canggih dan Modern – Adalah candi Batu Jaya yang memberikan fenomena unik tersendiri terkait teknologi kontruksi dan bangunannya yang berbeda pada masanya.

Candi Batu Jaya sudah menggunakan batu bata sehingga pada awal penemuannya dianggap sebagai salah satu candi muda.

a

Yang digolongkan pada candi muda adalah candi yang dibangun pada masa akhir dinasti Hindu-Budha pada abad 14 atau 15 seperti Majapahit.

Setelah melalui sebuah studi, diambillah sebuah kesimpulan akhir bahwa penanggalan candi Batu Jaya ternyata lebih tua dari dugaan.

Namun yang aneh dari kontruksinya adalah materialnya yang sudah menggunakan batu bata. Padahal candi Batu Jaya termasuk dalam golongan candi tua.

Umumnya, penggunaan material batu bata hanya ditemui pada candi yang umurnya lebih muda. Keadaan inilah yang membuat para peneliti menjadi heran sehingga memicu perdebatan lagi. Untuk mendapatkan jawaban maka dilakukan studi lagi mengenai candi Batu Jaya.

Material modern

Pada zaman sebelum Majapahit, penggunaan material berupa bata jarang terjadi, bahkan hampir tidak ada.

Yang unik dari pembuatan bata tersebut adalah tekniknya yang kurang lebih sama dengan yang digunakan sekarang dalam membuat bata. Batu bata yang digunakan umumnya terbuat dari tanah liat sebagai bahan utamanya yang dicampur dengan sekam padi.

Sekam padi berasal dari pertanian setempat karena merupakan komoditas utama pada zaman tersebut. Masyarakat di daerah sekitar candi Batu Jaya sudah mengenal pertanian dengan padi sebagai komoditas utama.

Dalam mengolah lahan pertanian, masyarakat tersebut ternyata sudah menggunakan sistem irigasi. Dari sini sudah terlihat bahwa keadaan masyarakat tersebut sudah maju.

Teknologi kontruksi

Masyarakat Idonesia umumnya mengenal teknologi kontruksi pada masa penjahahan. Namun uniknya bangunan candi Batu Jaya sudah menggunakan teknologi tersebut jauh sebelum penjajah masuk ke Indonesia.

Bata juga digunakan untuk beberapa bagian lantai candi, dan begitu juga pada bagian halaman candi Batu Jaya juga sudah menggunakan batu bata.

Yang semakin membuat kagum adalah bata tersebut sudah dilapisi dengan semacam semen kapur layaknya zaman sekarang. Lapisan tersebut bahkan mempunyai ketebalan hingga 10 cm.

Dalam penyebutan sansekerta, lapisan tersebut diberi nama wajralepa. Lapisan wajralepa mempunyai warna yang putih, sehingga jika terkena sinar matahari akan memancarkan warna yang mengkilat.

Baca Juga : Fakta Unik Tentang Infeksi Jamur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *